My Little Angel

Ican Yunasta Ridzki
24 oktober 1985 – 23 juli 2008
Nama yang cantik… secantik dan semanis orangnya.
Dan, seandainya kalian sempat mengenalnya lebih dalam, aku yakin kalian pasti setuju untuk mengatakan bahwa hatinya lebih cantik, lebih manis daripada tubuh fisiknya.
“the right girl in the wrong place…”
Ya, Ican lebih sering berada di tempat yang salah.
Nafsu Mutmainah yang terlalu besar, membuat orang2 di sekitar-nya lebih sering untuk mengambil kesempatan/manfaat pribadi karena anak ini terlalu baik terhadap siapa saja. Tak jarang, Ican membuat susah dirinya sendiri karena menolong orang lain.
Kata2 Ican terakhir yg sering aku renungkan, “apa gw mesti mati dulu, biar orang2 itu mo ngertiin gw, percaya ma gw ?!”
Dan ternyata benar…
Ican meninggal di usia yg masih sangat muda, 22 tahun 9 bulan karena sebuah tragedi yang tidak bisa aku publikasikan di sini.
Ican harus pergi dan kembali menghadap Tuhan, untuk membuat ‘orang2 itu’ menjadi sadar atas kekhilafan masing2.
Walau aku mengenal Ican hanyalah seumur jagung, namun dia telah memberikan aku banyak inspirasi, memberikan warna di hidupku… dan membuat aku lebih mengerti tentang arti kehidupan ini…
Jujur, Aku tidak mampu membendung perasaan ini…
Sayang… sedih… marah… dan juga haru
Berbaur jadi satu
Aku merasa sangat kehilangan…
Namun aku tetap sadar, bahwa ini sudah menjadi jalan yang telah digariskan oleh Tuhan.
“selamat jalan malaikat kecilku, berbahagialah di surga…
… i love you so much !!”






pakdejack said
U r so romantic…
Sufi said
Saya sampai menangis membacanya. Tulisannya sangat indah dan mengiris hati. Yang sabar ya mas…
ran said
duuhhh … critanya kok mengenaskan to mas … turut prihatin yaaa
manusiabodoh05 said
ojo kesuwen berduka..wes seng penting trading profit akeh,trus setiap malam jum’at panggil kyai2 kampung buat berdoa..sekalian sedekah untuk little angel-mu..